Bukan rahasia lagi bahwa memiliki sertifikat profesi dalam dunia kerja, akan membuat Anda bisa lebih percaya diri saat melamar pekerjaan. Hal ini karena, keahlian yang dimiliki sudah tersertifikasi oleh lembaga yang kompeten. Namun pertama-tama, Anda harus pahami dulu mengenai perbedaan lembaga sertifikasi dan kompetensi itu sebenarnya bagaimana. Anda bisa menonton terlebih dahulu video perbedaan peran antara lembaga sertifikasi profesi (LSP) dengan lembaga diklat/pelatihan. Kemudian, baru kembali baca artikel ini, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap mengenai perbedaan lembaga sertifikasi profesi dan kompetensi.

LSP

Lembaga sertifikasi profesi atau LSP adalah lembaga yang melaksanakan aktivitas pengujian dan pemberian sertifikasi profesi. Artinya, kemampuan yang Anda miliki akan diakui dan mendapatkan lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau lebih dikenal dengan singkatan BNSP.

Adapun, lisensi tersebut akan diberikan BNSP setelah suatu lembaga berhasil melewati proses akreditasi. Kemudian, LSP tersebut akan dinyatakan telah memenuhi syarat sebagai lembaga resmi yang mewadahi kegiatan sertifikasi profesi bagi masyarakat.

Karena merupakan organisasi tingkat nasional yang berada di wilayah Republik Indonesia, maka sudah sewajarnya jika LSP boleh membuka cabang lain di seluruh Indonesia.

 Tugas dan fungsi dari LSP

Lalu, apa saja sebenarnya tugas dan fungsi dari LSP? LSP menjadi sertifikator yang akan memberikan sertifikat profesi. Adapun tugas LSP, antara lain:

  1. Merancang dan membuat materi uji kompetensi.
  2. Menyediakan asesor atau tenaga penguji.
  3. Melaksanakan asesmen.
  4. Berdasarkan KKNI, mereka akan menyusun kualifikasi.
  5. Mempertahankan kinerja TUK dan asesor.
  6. Menetapkan mekanisme uji kompetensi beserta durasi waktunya.

Di saat yang sama, lembaga sertifikasi juga memiliki developer yang tugasnya memelihara dan mengembangkan standar kompetensi dalam LSP. Tugas-tugasnya, antara lain:

  1. Melakukan identifikasi kebutuhan kompetensi industri.
  2. Melakukan pengembangan dalam standar kompetensi.
  3. Melakukan kajian ulang terhadap standar kompetensi.

Wewenang LSP

Selain itu, juga memiliki wewenang LSP :

Apa saja tugas dari panitia kerja yang telah dibentuk di atas?

Mempersiapkan badan hukum
Melakukan penyusunan untuk organisasi atau personel
Bertugas mencari dukungan dari instansi atau industri terkait lainnya
Surat yang berisi permohonan untuk memperoleh lisensi akan ditujukan kepada pihak yang berwenang, yaitu BNSP. Selanjutnya, lembaga sertifikasi profesi akan bekerja dan dipantau secara berkala. Proses pemantauannya biasanya dilakukan melalui laporan kegiatan surveilans serta monitoring.

Tugas Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK)

Pengertian dan Tugas Lembaga Sertifikasi Kompetensi
Selain LSP, ada juga Lembaga Sertifikasi Kompetensi Pendidik atau LSK. Lantas, apa perbedaannya dengan lembaga sertifikasi sebelumnya?

Tujuan membentuk lembaga sertifikasi kompetensi ini sebagai fasilitas pelaksanaan uji kompetensi kerja nasional yang dikhususkan untuk para instruktur kursus dan instruktur pelatihan. Mereka dapat berasal dari berbagai satuan pendidikan nonformal maupun pendidik yang melakukan pembelajaran mandiri. Meski begitu, semuanya tetap harus sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan oleh lembaga bersangkutan.

Jadi, LSK merupakan lembaga yang melaksanakan sertifikasi, sekaligus menjadi pelaksana uji kompetensi. Tak hanya itu, lembaga ini juga memiliki tanggung jawab teknis dan administratif mengenai implementasi, serta berbagai pembinaan terhadap sertifikasi kompetensi.